PWA Kalteng Ikuti Pelatihan Dasar Mediator FKUB Provinsi Kalteng Tahun 2025

SHARE

Palangka Raya — Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalimantan Tengah turut ambil bagian dalam kegiatan Pelatihan Dasar Mediator yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Tengah pada Sabtu, 15 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus FKUB se-Kalimantan Tengah, termasuk unsur perempuan dari berbagai organisasi, salah satunya PWA Kalteng melalui keikutsertaan Dr. Sanawiyah, MH.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua FKUB Prov. Kalteng, Prof. Dr. H. Bulkani, M.Pd., yang dalam arahannya menekankan pentingnya mediator profesional untuk menjaga harmoni, mencegah konflik, serta memperkuat jalinan kerukunan lintas agama di daerah.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, S.I.Kom, menyampaikan sambutan khusus terkait penyelenggaraan Pelatihan Mediator Tahun 2025. Beliau mengapresiasi FKUB dan berbagai elemen organisasi masyarakat yang aktif membangun iklim dialogis. Menurutnya, keberadaan mediator terlatih sangat penting untuk mewujudkan stabilitas sosial yang berkelanjutan di Kalteng.

Pelatihan menghadirkan  narasumber utama, yaitu Titik Firawati dan Dina Listiorini, yang menyampaikan materi secara bergantian:

  •  Analisis Konflik
  •  Negosiasi: Teori dan Praktik
  •  Pengantar Sesi Mediasi: Paraphrasing & Active Listening
  •  Teknik dan Keterampilan Mediasi
  •  Persiapan Simulasi Mediasi
  •  Simulasi Mediasi
  • Debrief & Evaluasi Praktik.

Materi-materi tersebut memberikan sejumlah manfaat penting bagi peserta, di antaranya:

  • Memahami akar persoalan konflik serta dinamika yang memengaruhi hubungan antar kelompok.
  • Menguasai teknik negosiasi efektif yang mendukung tercapainya penyelesaian damai.
  • Meningkatkan kemampuan komunikasi, khususnya dalam active listening dan paraphrasing.
  •  Membangun keterampilan mediasi praktis, termasuk merancang proses mediasi dan menghadapi situasi sensitif.
  • Mendapat pengalaman langsung melalui simulasi sehingga peserta lebih siap terjun sebagai mediator di lapangan.

Dengan keterlibatan aktif Dr. Sanawiyah dan unsur perempuan lainnya, PWA Kalteng berharap dapat berkontribusi lebih luas dalam upaya menjaga kerukunan serta menguatkan budaya dialog yang konstruktif di Kalimantan Tengah.(ms)