Pengajian Akbar Bersama Ust. Dr. Das ad Latif di Makodam Tambun Bungai
Palangka Raya, 22 September 2025 – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pangdam XXII/Tambun Bungai menggelar Pengajian Akbar bersama ustadz kondang, Dr. Das’ad Latif, di lapangan Makodam Tambun Bungai, Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para prajurit TNI, Polri, ASN, serta masyarakat umum dari berbagai kalangan. Tidak ketinggalan, sejumlah anggota Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalteng juga hadir menyimak tausiyah penuh makna dari Ust. Das’ad Latif.
Dalam ceramahnya, Ust. Das’ad Latif mengangkat tema keteladanan Rasulullah SAW yang relevan untuk kehidupan sehari-hari. Beliau menjelaskan betapa pentingnya mencontoh Rasulullah dalam sholat berjamaah, bukan hanya dari sisi ibadah, tetapi juga sebagai sarana membangun kebersamaan dan menumbuhkan disiplin.
“Sholat berjamaah itu bukan sekadar ritual, tetapi ada keutamaannya: membentuk akhlak, menguatkan ukhuwah, dan melatih ketaatan,” ungkap Das’ad dengan gaya retorika khasnya yang lugas, segar, dan mudah dipahami oleh semua kalangan.
Selain itu, ia menekankan keteladanan Rasulullah dalam membangun keluarga. Rasulullah SAW memberikan contoh nyata bagaimana memperlakukan istri dan anak dengan kasih sayang, kelembutan, sekaligus ketegasan dalam mendidik. Nilai ini, kata Das’ad, sangat penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, yang berdampak langsung pada akhlak seseorang dalam menjalankan tugas, baik sebagai anggota TNI, Polri, ASN, maupun pekerja di bidang apapun.
Anggota PWA Kalteng yang hadir mengaku terkesan dengan gaya penyampaian Ust. Das’ad Latif. Ibu Puspita menyampaikan, “Ceramahnya santai tapi mengena banget dengan siapapun.”

Sementara itu, Ibu Muslimah menambahkan, “Ustadz Das’ad Latif adalah aset dunia dan umat. Retorika ceramahnya khas dan unik, menjadikan kita betah menyimak, asyik diikuti, dan penuh makna.”
Sedangkan Ibu Septi Radiani mengaku teringat pada salah satu pesan yang disampaikan ustadz, “Perilaku baik terhadap istri atau sebaliknya itu penting; bahkan bisa dijadikan pelajaran dalam kehidupan berbangsa. Banyak bersholawat dan pasrah pada ketentuan Allah, itu kunci ketenangan hidup.”