Ceramah Subuh Ust. Zuhri Ajak Jamaah Syukuri Nikmat dan Perkuat Kesabaran
Palangka Raya – 23 November 2025, Masjid Baitul Arqom Komplek Perguruan Muhammadiyah Palangka Raya kembali menggelar ceramah subuh, Ahad (23/11). Kali ini, Ustaz Zuhri mengangkat tema penting mengenai syukur dan sabar sebagai dua pilar utama pembentukan pribadi mukmin.
Syukur Sejak Bangun Tidur Hingga Menutup Hari
Dalam awal ceramahnya, Ustaz Zuhri mengingatkan jamaah agar membiasakan rasa syukur mulai dari membuka mata setiap pagi.
“Seorang mukmin memulai harinya dengan "Alhamdulillah", bersyukur atas nikmat tidur, kesehatan, dan kesempatan hidup,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa syukur bukan sekadar ucapan, tetapi kesadaran bahwa segala nikmat berasal dari Allah.
Kisah Rasulullah Menegur Doa yang Salah
Ustaz Zuhri kemudian membawakan sebuah kisah ketika Rasulullah SAW menjenguk seorang sahabat yang sakit hingga tubuhnya sangat kurus. Rasul bertanya apakah ia pernah berdoa sesuatu yang berat, dan sahabat itu menjawab: “Ya Rasulullah, aku pernah berdoa: Ya Allah, jika aku memiliki kesalahan, maka hukumlah aku di dunia saja.”
Mendengar itu, Rasulullah menegurnya dan mengajarkan agar tidak meminta keburukan bagi diri sendiri. Rasulullah memerintahkan untuk membaca doa yang diajarkan langsung oleh Allah dalam Al-Qur’an:
“Rabbanaa aatina fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaaban-naar.”
“Rasulullah menginginkan umatnya selalu memohon kebaikan, tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat,” jelas Ustaz Zuhri.
Makna Kebaikan Dunia: Syukur dan Sabar
Menurut beliau, salah satu bentuk "hasanah fid-dunya" adalah Allah menjadikan seseorang hamba yang pandai bersyukur dan sabar.
Ustaz Zuhri mengutip ayat Al-Qur’an: “Sedikit sekali dari hamba-Ku yang bersyukur.”
“Karena itu, mintalah kepada Allah agar dimasukkan ke dalam golongan yang sedikit, yakni golongan hamba yang mau bersyukur,” pesannya.
Sabar yang Tidak Ada Batasnya
Selain syukur, Ustaz Zuhri menekankan pentingnya sifat sabar. Ia menyebut sabar tidak memiliki batas, dan ulama membagi sabar ke dalam tiga bentuk:
- Mengucapkan Alhamdulillah saat mendapat ujian atau nikmat.
- Menggunakan nikmat untuk kebaikan, bukan untuk maksiat.
- Menahan diri dari maksiat, serta tetap istiqamah di jalan kebenaran.
Hadis Aisyah tentang Syukur Rasulullah
Ustaz Zuhri juga menyinggung hadis sahih ketika Aisyah RA melihat kaki Rasulullah bengkak karena lama berdiri dalam shalat malam. Ketika ditanya mengapa beliau tetap beribadah seberat itu, Rasul menjawab uang artinya “Tidak pantaskah aku menjadi hamba yang bersyukur?”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi teladan bahwa syukur diwujudkan dalam ibadah, bukan hanya ucapan.
Penutup: Sabar dan Shalat adalah Penolong
Ceramah ditutup dengan pengingat bahwa Allah memerintahkan menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong. Ustadz Zuhri menegaskan bahwa hamba yang mampu memadukan syukur dan sabar akan menjadi pribadi yang kuat, matang, dan dicintai Allah.
“Jika seorang muslim memegang dua hal ini — syukur dan sabar — maka ia akan menjadi orang baik, dicintai Allah, dan dimudahkan segala urusannya,” tutupnya.